2.5.13

Puisi Kalbu IV

Alkisah

Kisah yang menjadikan bayangku terlukis kembali
Rasa sakit telah tercitra ribuan kali
Dalam remang cahaya kami merintih
Betapa kerasnya hidup ini, Tuhan
Kemunafikan yang bersembunyi di balik mulut mereka
Membakar emosi jiwa
Yang coba kami tepiskan segala benci
Saat "Jujur" di lisan mereka tak terlaksana
Pelita kami bercahaya begitu redup
Hanya kepada-Mu, Tuhan
Kami sandarkan jiwa dan raga
Dzat yang Maha Sempurna
Kisahku, kisah kita semua
Tabahkanlah, Tuhan

Oleh Dhea Atika Risnawati
2 Mei 2013
9:25 PM
Sleman, Yogyakarta.


0 comment:

Posting Komentar